SHORT COURSE

SHORT COURSE VOL.2

4 Maret 2019 – 26 April 2019

Senin – Jumat 19.00 – 20.30 WIB

Short Course Gudskul adalah program kelas malam dua-bulanan untuk mendalami satu aspek dari seni rupa kontemporer dan seputarannya. Kelas akan diselenggarakan dari Senin hingga Jumat dari pukul 19.00 – 20.30, berkisar dari pengenalan teknik berkarya, hingga pengetahuan teori dan sejarah seni rupa kontemporer.

Setiap kelas akan terdiri dari 8 kali pertemuan, di akhir periode 2 bulan, peserta akan berkesempatan untuk dapat memamerkan hasil karya kelas Short Course di Gudskul Ekosistem.

Jalan Menuju Video Musik
Anggun Priambodo

Membedah seluk-beluk video musik dan berkarya dengan medium video yang menjadikan musik sebagai respon awalnya. Peserta akan dibekali pengetahuan konseptual dan peta produksi dari video musik, sebagai bagian integral dari skena musik hari ini. Anggun Priambodo, sutradara dari sejumlah film pendek, iklan, video klip untuk band-band seperti Naif dan White Shoes and The Couples Company serta pernah mendapatkan penghargaan dari MTV Music Award 2004 sebagai Best Director; akan memfasilitasi peserta untuk bisa menangkap ide-ide liar yang bisa menjadi amunisi mereka dalam menciptakan karya video musik.

 

Merancang Tata Letak Pameran Kontemporer
MG Pringgotono

Di balik sebuah penyelenggaraan pameran, ada kerja desainer pameran yang menata letak-letak karya agar bisa dinikmati oleh publik. MG Pringgotono, desainer pameran dari Serrum Studio dan otak dibalik diubahnya basement parkiran Taman Ismail Marzuki menjadi galeri untuk Jakarta Biennale 2013: Siasat, akan berbagi pengalaman dan metode-metodenya dalam kelas ini. Peserta akan mendapat pemahaman soal alur pengunjung, tata letak karya, dan karakter sebuah pameran, sebagai aspek penting dari distribusi pengetahuan melalui pameran seni.

 

Intaglio: Berkarya Cetak dengan Logam dan Asam
Grafis Huru Hara

Etsa atau etching adalah teknik cetak seni yang menggunakan media berupa lempeng tembaga. Jika dianalogikan, melakukan teknik ini selayaknya seorang ilmuwan yang sedang melakukan eksperimen didalam laboratorium, dengan mencampurkan bahan kimia serta ketepatan perhitungan dalam setiap prosesnya yang kemudian berdampak pada hasil akhir gambar pada plat logam, yang tidak jarang menimbulkan efek visual yang di luar dugaan. Dipandu oleh Grafis Huru Hara, kolektif dan studio seni grafis Jakarta, kelas ini akan diawali dengan persiapan plat logam, proses menggurat dan mengasam plat, menyiapkan kertas dan mengatur kelembabannya serta mencetak. Etsa relatif mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar. Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan memiliki detail dan kontur halus. Membuat karya cetak etsa yang dapat digunakan sebagai ilustrasi dengan gaya visual yang khas dan berkarakter. Jika tidak dicetak, plat logam tersebut juga bisa diaplikasikan menjadi pin, gantungan kunci ataupun elemen pajangan lain. Kelas ini nanti akan menghasilkan sebuah pameran yang berisikan karya etsa para peserta serta sebuah karya bersama yaitu buku tutorial etsa yang dibuat dari teknik etsa itu sendiri.

 

Pengenalan Seni Rupa untuk Anak
Daniella (RURU Kids)

Kelas ini ditujukan untuk mereka yang memiliki perhatian pada pendidikan anak, baik itu guru, orang tua, atau pengelola program untuk anak. Dipandu oleh Daniella F. Praptono, seorang ibu tiga anak, guru, dan pendiri RURU Kids – sebuah program seni untuk anak, kelas ini akan membahas bagaimana mengenalkan seni untuk anak usia TK-SMP dengan cara yang menyenangkan. Peserta akan diajak untuk memahami psikologi anak, merancang kegiatan seni untuk anak yang bisa membentuk karakter anak yang mandiri, kreatif, disiplin dan percaya diri. Metode-metode ini mencakup bagaimana anak bisa berkreasi dengan seni rupa, seni pertunjukkan, seni musik yang saling berkaitan, misalnya dengan mendongeng, membuat teater anak beserta propertinya, hingga kerajinan tangan. Di akhir sesi, peserta akan merancang program seni untuk anak yang bisa diaplikasi di rumah dan sekolah.”

 

Komikskul: Bagaimana Menciptakan dan Mempublikasikan Komik?
Komikin Ajah

Bersama komikus Tahi Lalat, Komikazer, dan Widi Susanto dari Masyarakat Komik Indonesia, kelas ini akan menawarkan peserta cara membuat komik mulai dari karakterisasi hingga pengembangan semestanya (universe), dan mengolah cerita hingga dapat ditampilkan secara visual dalam bentuk komik, serta bagaimana cara mempublish dan memasarkan komik yang telah dibuat. Peserta diharapkan dapat memproduksi serta mempublish dan memasarkan komiknya, baik secara independen maupun melalui major publisher, yang difasilitasi oleh @komikin_ajah komunitas komik online dengan pengikut 2 juta lebih.

Seni Performans dalam Ruang
Reza Afisina

“Memahami dan mendalami seni performans dalam konteks di dalam ruang membutuhkan ruang fisik dan latihan-latihan intens untuk terus mengidentifikasi hubungan antara tubuh dan ruang. Bersama Reza Afisina, dengan pengalamannya mendalami seni media baru dan seni performans selama lebih dari 20 tahun hingga salah satu karya video performansnya WHAT (2001) kini dikoleksi oleh Solomon R, Guggenheim Museum, Amerika Serikat, kelas ini akan melatih peserta dengan minat seni performans untuk mengenal dan mengidentifikasi keterkaitan antara tubuh, ruang dan waktu sebagai dasar dari seni performans.

 

Pengenalan Kerja Kuratorial
Mia Maria

Bersama kurator Mia Maria dengan pengalamannya di Singapore Biennale, Museum MACAN dan Dewan Kesenian Jakarta, peserta akan diperkenalkan dasar-dasar kerja kuratorial dari aspek artistik, komunikasi, relasi seniman dan ruang, manajemen, serta pengembangan konsep dan konteksnya. Kelas ini ditujukan untuk calon kurator, seniman, pengajar seni, manajer seni dan pecinta seni.

 

Mengasah Intuisi Visual
Frigi Frigi

Dikenal dengan proyek musiknya FRIGI FRIGI, lalu menjadi kurator di berbagai pameran di Indonesia, serta meraih penghargaan dari Asia-Europe Foundation (ASEF) pada tahun 2014, Frigidanto Agung mengajak peserta untuk mendalami hal dasar dalam kerja-kerja kesenian, yakni intuisi visual. Mengasah intuisi visual di kelas ini dilakukan dengan latihan membuat gambar bergerak dan gambar dengan tangan. Di kelas ini, peserta diajak untuk kembali mengalami visual seperti masa kanak-kanak, sebab saat itulah kita mengenal gambar pertama kali. Proses ini dilakukan dengan membedah film dan lukisan, di mana peserta berdiskusi untuk mendapatkan sudut pandang berdasarkan cara berpikirnya masing-masing. Penerapan kelas ini bisa dilakukan dalam dunia periklanan, penciptaan karya seni ataupun desain.

 

Adakah Seni Beberes dan Merapikan Ruang?
Astri Puji Lestari (Atit)

Berangkat dari pengalaman pribadinya yang dulu serba berantakan dan sering diingatkan ibunya untuk membereskan kamarnya, Atit, pegiat gaya hidup sehat dan orang dibalik www.astripujilestari.com akan berbagi cara-caranya untuk bisa kemudian merapihkan keberantakan dalam ruang-ruang kerja dan rumah. Astri akan bercerita tentang cara-cara yang bisa peserta terapkan untuk keberantakan digital di handphone dan komputer, keberantakan kebendaan di kos-kosan, apartemen, atau rumah, hingga dampak emosional yang terkait dari proses merapihkan itu semua. Kelas ini dapat membantu untuk mencari cara merapihkan atau setidaknya menggerakkan niat untuk membereskan hal-hal yang kita punyai di tengah kesibukan dan padatnya keseharian kita.

 

Menulis Lirik Lagu
Jason Ranti

Mengaku sebagai penganut “Ejaan Yang Dilanggar”, Jason Ranti, sang musisi folk ibukota akan mengajak peserta di kelas ini untuk menjelajahi proses menulis lirik tanpa harus berlama-lama menunggu wahyu untuk mengisi kertas kosong. Kerja menulis lirik dalam kelas ini diartikan untuk membuat sebuah teks yang bisa memantik imajinasi visual dan bagaimana mengadopsi tidak hanya sastra, namun juga karya seni rupa hingga bungkus gorengan sebagai referensi dalam menulis.

Fotografi Musik
The Secret Agents (Indra Ameng dan Keke Tumbuan)

The Secret Agents, duo Indra Ameng dan Keke Tumbuan, yang dikenal lewat program musik mereka seperti SUPERBAD dan RRRec Fest, dan tentunya fotografi musik, mengajak teman-teman yang suka berkeliaran menenteng kamera memotret konser musik, membuat foto profil band, menyukai musik sekaligus fotografi, dan suka mengabadikan keseharian, untuk berkolaborasi dengan mereka membuat zine foto musik, dan menerbitkannya. Kelas ini akan mendalami fotografi yang menjadikan musik dan segala hal yang berhubungan dengan musik sebagai subyek dari foto. Dari segala unsur yang menarik dari pembuatan karya foto yang berhubungan dengan musik, adalah sangat penting untuk menemukan cara menempatkan konteks yang pas dalam membentuk image dan merangkai cerita. Peserta akan mendapatkan referensi baru dalam melihat karya fotografi, berbagi cerita soal musik dan melakukan praktek langsung dalam membuat karya foto yang berhubungan dengan musik.

 

Bagaimana Menulis dengan Medium Lain?
Afrizal Malna

Melalui kelas ini, Afrizal Malna, sastrawan senior yang dikenal dengan buku-buku puisinya seperti Museum Penghancur Dokumen dan Berlin Proposal, mengajak peserta untuk melihat kemungkinan-kemungkinan lain di sekitar pertanyaan: Apakah kerja menulis selalu bergantung pada medium tunggal, yaitu bahasa? Apakah kita bisa memperlakukan bahasa sebagai material, objek, atau ruang, seolah-olah kita sedang membuat kerajinan tangan atau karya seni dengan Bahasa? Peserta akan diajak untuk menelusuri sebuah kerja dunia menulis yang diintervensi oleh hal lain dan menghasilkan cara beragam untuk menulis, seperti tulisan, video, gambar, pameran, performance, sastra performatif.

 

Seni Instalasi
Ardi Gunawan

Ardi Gunawan dikenal dengan karya-karya instalasinya yang kerap menggunakan benda-benda yang ada di sekitar tempat itu dipamerkan. Sebutlah karyanya dalam pameran Manifesto #4 di Galeri Nasional yang mengangkat tembok galerinya sendiri sebagai instalasi. Di kelas ini, Ardi akan mengajak peserta untuk melihat kemungkinan dari yang tidak mungkin akan ruang dan material, misalnya membuat material yang berat menjadi enteng atau sebaliknya. Peserta akan diajak belajar soal keterbatasan, baik itu dari segi material dan finansial dalam menciptakan seni instalasi. Dari itu, peserta akan mendalami bagaimana mengolah keterbatasan itu menjadi ruang, lewat bereksperimen dengan material, konteks, dan waktu. Metode-metode ini nantinya bisa peserta diterapkan untuk kebutuhan karya pribadi ataupun komersial yang meruang.

 

Eksperimen dengan Bunyi Elektronik
Mahesa Almeida

Melalui kelas ini, Mahesa Almeida, seniman bunyi dan musisi, akan mengajak peserta mendalami seluk-beluk bunyi elektronik serta perangkat pengolahnya. Dikenal dengan proyek-proyek musiknya seperti Kracoon yang pernah tampil di Lausanne Underground Film & Music Festival dan Jakarta Biennale, peserta akan diajak mengenali tekstur dan detail dari bunyi, merekam dan memperdengarkan bunyi dengan berbagai perangkat elektronik, dan mengolah komposisi bunyi sebagai karya, yang nantinya bisa diterapkan dalam kerja-kerja soundscape, sound editing, dan karya seni berbasis bunyi.

 

SEJARAH X SENI
Saleh Husein

Melalui kelas yang dipandu oleh Saleh Husein ini, sejarah yang terkesan baku dan berat akan dicoba dikemas dalam bentuk yang lebih populer dan menyenangkan lewat seni. Seperti pola-pola dalam karya seninya, Saleh akan mengajak peserta untuk membaca sejarah yang mereka miliki sendiri sebagai titik berangkat karya, sebab sesungguhnya sejarah personal ini juga merupakan bagian dari sejarah besar yang ada di dunia. Pembacaan sejarah ini bisa diolah peserta ke dalam bentuk baru misalnya meme, stiker, zine, instalasi, atau bahkan musik. Lewat dialog-dialog dalam kelas, Saleh akan menawarkan cara berpikir bahwa sejarah adalah hal yang turut membentuk kita sekarang, membantu membaca saat ini ada apa, dan membantu melangkah lebih lanjut dalam menjelajahi kemungkinan bentuk-bentuk presentasi seni yang mengasyikkan.

Art Handling
Arief Rachman/Serrum

Bersama Arief Rachman dari Serrum Arthandling, tangan di balik terpasangnya karya-karya di Jakarta Biennale, Art Stage, Bazaar Art, Museum MACAN dan berbagai pameran di Galeri Nasional Indonesia, di kelas ini peserta akan mendapatkan solusi-solusi kreatif dalam penanganan karya seni untuk pameran, dari persiapan, pemasangan pengemasan sampai logistik karya. Peserta akan dibantu untuk merangkum teknik mereka sendiri serta mendapatkan kartu standar kompetensi (sertifikat( art handling untuk portofolio profesionalnya.

 

Visual Branding
JJ Adibrata

Brand adalah hal yang selalu ada di sekitar kita hari ini, kecuali ketika saat kita tertidur. Berbekal pengalamannya dalam dunia perancangan grafis dan produk, JJ Adibrata, penerima Djarum Black Innovation Award 2007, dan Penghargaan Desain Poster Film terbaik untuk “Sebelum Pagi Terulang Kembali” oleh Apresiasi Film Indonesia dan Piala Maya pada 2014, akan mengajak peserta untuk mempelajari bagaimana suatu brand projek/produk dirancang secara visual dan pengaplikasiannya agar tersebar lewat berbagai medium rupa dan dikenali secara menarik. Peserta akan dibantu membuat projek brandingnya sendiri yang bisa berguna untuk portofolio profesionalnya serta brand yang sedang mereka kembangkan.

 

Seni Interaktif Berbasis Elektronik
Moch. Hasrul

Karya seni interaktif yang menggunakan sensor mampu memberikan pengalaman lebih kepada apresiatornya, lewat sebuah interaksi dan gestur yang langsung bersentuhan dengan karyanya sendiri. Dipandu oleh Moch. Hasrul, seniman media baru yang karya-karyanya kerap bermain dengan interaksi manusia, peserta akan dibantu untuk membuat karya seni interaktif dengan sensor dan arduino, sebuah perangkat keras yang dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik atau pembuatan purwarupa interaktif dengan lebih gampang. Peserta dibantu untuk dapat mengembangkan dan memamerkan karya seni interaktif di akhir kelas.

 

Jejaring Sejarah Seni Rupa Asia Tenggara
Leonhard Bartolomeus

Selama ini, sejarah seni rupa yang kita kenal lebih banyak berasal dari Eropa atau Amerika Serikat. Bagaimana dengan sejarah di regional kita sendiri? Bersama Leonhard Bartolomeus, kurator dan pemerhati seni rupa Asia Tenggara, peserta akan diajak menelusuri bagaimana isu-isu mikro-politik menjadi penting dalam inti karya-karya seni modern di Asia Tenggara dan bagaimana praktik kolektif seniman di salah satu kawasan yang paling hangat di dunia saat ini .

 

Fashion Branding
Ayu Dila & Monica Hapsari

Bersama Ayu Dila dan Monica Hapsari, kelas ini akan mengenalkan peserta beberapa dasar-dasar dalam menciptakan brand fashion. Dari dasar-dasar pola dan menjahit, sedikit menganalisis trend forecasting ke depan, membentuk key visual, membuat foto lookbook dan brand identity, hingga merangkum portofolio akhir. Target dari shortcourse ini adalah agar tiap peserta berhasil mendapatkan sebuah prototipe sebuah bentuk brand, prototipe produk jadi, dan brand identity yang diharapkan akan berkembang menjadi brand nyata di kemudian hari. Peserta juga akan dipertemukan dengan praktisi-praktisi fashion, berbagi link di industri fashion dan berkesempatan untuk memamerkan hasil portofolio produknya.

Perspektif Psikoanalisis untuk Seni dan Kerja-Kerja Komunitas
Sari Julia x Koperasi Purusha

Apakah kamu ingin lebih kritis dan reflektif?

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah mengasah kemampuan analisis. Kemampuan ini bermanfaat baik untuk penciptaan seni, kerja kuratorial, juga kerja-kerja profesional lainnya. Teori psikoanalisis adalah salah satu pisau analisis yang berguna untuk membaca praktik kolektif maupun individu, serta korelasinya dengan kondisi sosial masyarakat.

Bagi kalian yang terbuka untuk diskusi, berpikir hal-hal yang lebih serius, tertarik dan bersedia untuk membaca, maka di kelas ini kita dapat sama-sama belajar dengan cara berdiskusi serta berpikir yang agak serius tapi menyenangkan.

Kelas ini menawarkan beberapa konsep dasar psikoanalisis yang dapat digunakan sebagai perspektif yang bisa memperkaya pemikiran kurator, manajer seni, programmer seni, anggota komunitas, seniman maupun profesional.

Kelas ini adalah kerjasama Gudskul dan Koperasi Riset Purusha
*
Materi belajar di kelas ini dirancang oleh tim Koperasi Riset Purusha, unit Minerva Co-lab (silabus, kurasi literatur dan pemateri: Priska Sabrina Luvita, Larasati Oetomo). Materi akan disampaikan pula oleh Hizkia Yosie Polimpung dan Cecil Mariani.
*
Kelas ini dirancang, diiinisiasi dan dikoordinasi oleh Julia Sarisetiati (Gudskul).
*
Koperasi Riset Purusha adalah sebuah platform yang mewadahi kebutuhan dan kepentingan mereka-mereka yang (masih) melihat pentingnya kerja-kerja kognitif seperti penelitian, kajian, pemikiran dan jurnalisme dalam upaya transformasi menuju tatanan sosial-ekonomi yang tanpa ketimpangan dan eksploitasi.

 

Seni Berbicara
Arie Dagienkz

Kelas yang dipandu oleh Arie Dagienkz ini dapat membantu peserta untuk melawan kegagapan dalam menyampaikan gagasannya di depan umum. Berangkat dari pengalamannya sebagai penyiar radio dan master of ceremony selama 20 tahun lebih, Dagienkz akan membantu mengeluarkan kemampuan tiap-tiap peserta untuk lebih berani menyampaikan apa yang dia inginkan secara jelas dan dapat diterima oleh lawan bicara atau audiencenya dengan baik tanpa ada kesalahpahaman. Berguna untuk para seniman, desainer, kurator, manajer seni, serta kerja-kerja kreatif lain yang membutuhkan negosiasi dan presentasi.

 

How to Create Digital Marketing Viral
Infia Dagelan

“Bersama Infia Dagelan, akun Instagram hiburan terbesar di Indonesia, subjek ini memberikan stimulus kepada para peserta agar dapat menunjang pendistribusian pesan melalui ranah online untuk kebutuhan karya atau bisnis. Peserta akan mendapatkan materi untuk pembuatan konten dan pendistribusiannya yang baik, yang dapat diimplementasikan untuk karya ataupun bisnisnya.

 

Mengajar Seni Rupa untuk Remaja
Wahyudi/Serrum

Kelas yang diperuntukan untuk guru seni rupa SMA/sederajat. Bersama Wahyudi, seorang guru seni rupa dengan pengalaman 12 tahun dan pengurus program remedial.id – studi literasi dan seni rupa siswa, materi yang dibahas terdiri dari permasalahan dalam mengajar seni rupa di kelas, pengenalan strategi mengajar dengan metode “Suka dan Bisa”, alih wahana karakter dalam seni rupa, karya digital vs karya manual, diary art sebagai portofolio karya siswa, dan pengenalan dasar produksi karya seni rupa remaja. Peserta dapat mempratikkan tips dan triks dalam menjalankan praktik seni rupa untuk remaja dalam bentuk materi ajar, metode pembelajaran, hingga manajemen pameran seni rupa sekolah. Di akhir sesi, peserta akan dibantu untuk menampilkan proyek bersama yang ditampilkan dalam bentuk pameran dan online di website remedial.id dan peserta juga mendapatkan sertifikat.

 

Merangkai Benda-Benda Menjadi Karya Seni
Cut and Rescue

Dikenal dengan karya-karya kolase objek mereka yang tidak lazim dan mengambil inspirasi visual dari kehidupan urban Indonesia, seperti instalasi museum Pelatih Kecoa di Galeri Nasional Indonesia hingga museum objek yang terdiri dari ceker ayam hingga perangko era Orde Baru di Lot 8, Jakarta, Cut and Rescue mengajak peserta lewat kelas ini untuk melihat potensi artistik dari benda-benda populer, lokal, domestik, dan terlupakan sebagai sumber penciptaan karya seni. Peserta akan diajak untuk menjelajahi lokasi-lokasi yang menjadi destinasi berburu Cut and Rescue di Jakarta, serta meramu benda agar dapat dihadirkan dalam bentuk projek lintas disiplin.

HARGA KELAS SHORTCOURSE

Rp. 1.500.000/ kelas

FORMULIR PENDAFTARAN SHORT COURSE

*Masukkan kode khusus jika ada

Kelas berlangsung serempak, Anda hanya dapat memilih 1 kelas setiap harinya.