PAYON (Gudskul Studi Kolektif 2020 - 2021)

Latar Belakang

Kata payon berasal dari bahasa Jawa yang berarti atap rumah. Secara metafora, payon melindungi bagian-bagian didalamnya. Selain dari arti kata secara bahasa, payon merupakan singkatan dari paguyuban online yang digagas oleh peserta Gudskul Studi Kolektif 2020/2021 yang sejak bulan September 2020, proses belajar dilakukan secara daring (online).

Pada semester ke-2 di bulan Januari 2021, subyek Lintas Media yang diampu oleh Yohanes Adibrata dan subyek Hubungan Masyarakat yang diampu oleh Indra Ameng membentuk sebuah proyek kolaborasi antara 22 peserta Studi Kolektif. Terbentuklah 5 kelompok kolaborasi yang menjadi ide awal dari Pameran Tugas Akhir Gudskul Studi Kolektif angkatan ke-3 ini bisa diakses di www.payon.gudskul.art .

Kelima kelompok tersebut dibentuk berdasarkan ketertarikan mereka masing-masing dan setelah melewati proses diskusi dan brainstorming ide selama kurang lebih empat bulan, kelima kelompok siap memasuki tahap produksi dan mempresentasikan ide karya mereka. 

Kelompok Kolaborasi "PAYON"

Kelompok Kolaborasi 1

sebuah proyek kolaborasi tiga kolektif dari kota. It’s in Your Hands dari Jakarta, Forum Sudut Pandang dari Palu dan Studio Malya dari Yogyakarta. 

 Proyek ini dikerjakan dalam suasana pandemi yang memaksa terbentuknya tongkrongan daring. Lalu karya video performance “Yang Berlalu dari Kopi” dan zine digital “Kopikir Untuk Diminum” merupakan celetukan yang muncul dari secangkir kopi yang selayaknya menemani sebuah tongkrongan. Ternyata kopi bukan hanya sebagai minuman yang populer namun juga menjadi pembawa sebuah cerita.

“Kopikir untuk diminum aja”

Keseharian yang berjumpa dengan kopi akan kami tampilkan melalui dua hal: Pertama kumpulan tulisan dan karya seni berbasis dua dimensi dalam sebuah zine. Zine tersebut akan didistribusikan secara digital sehingga dapat menjangkau masyarakat secara luas. Di samping itu, zine fisik juga direncanakan disebarkan di coffee shop ataupun ruang-ruang yang dimiliki jejaring Gudskul.

Kemudian, untuk konten zine cenderung lebih fleksibel. Selama membuat tulisan atau karya dua dimensi yang bertaut pada kopi dapat dimasukkan sebagai konten. Nantinya kami akan memunculkan peran editor untuk menyusun cerita dari zine. 

Kedua, keseharian yang berjumpa dengan kopi akan coba diperlihatkan melalui video performing pendek. Dalam video tersebut akan menampilkan kisah-kisah yang bertaut dengan kopi. Dalam video performing ini akan berfokus pada tautan bubuk kopi terhadap berbagai peristiwa. Bubuk kopi akan digambarkan sebagai penyambung cerita. Pada dasarnya akan menceritakan bagaimana bubuk kopi diperlakukan, mulai yang umum diolah menjadi minuman seperti kopi susu, hingga perlakukan yang sangat jauh seperti penghilang bau kaki, pereda luka, hingga untuk masker wajah.

Kelompok Kolaborasi 2

KARTON (Kartu Payon) adalah permainan kartu yang dimainkan oleh anggota Payon sebagai refleksi bahwa kita bisa berdamai dengan masalah dan mengajaknya bersenang-senang. Permainan yang diciptakan oleh Kecoak timur (Surabaya), tiga kolektif dari Bandung – Blanco Benz Atelier, Sanggar Seni Rupa Kontemporer, Roompok, dan Tudgam (Kuningan), permainan kartu ini diciptakan sebagai alternatif penyelesaian masalah dengan fun dan penuh tantangan. Kartu ini mengarahkan pemain untuk berkomunikasi secara kreatif membicarakan masalah serta menjadi bahan evaluasi Gudskul untuk kurikulum kolektif 2020-2021

 

Payon Card / Kartu Payon

ayon Card merupakan satu deck kartu yang dimainkan untuk rehabilitasi sebuah kegiatan atau menemukan solusi dari masalah yang ditemukan dalam proses kegiatan. Tagline atau motto Payon Card ; God created people into the world to have fun. Adanya Payon Card sebagai kartu rehabilitasi untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan serta memberikan nilai manfaat dan hiburan pada masyarakat.

Adanya kesempatan berkolaborasi dari Blanco Banz, Kecoak Timur, Sanggar Seni Rupa Kontemporer, Roompok, dan Tudgam di dalam proses Studi Kolektif Gudskul, diinisiasi lah Payon Card. Payon Card sebagai kartu rehabilitasi mempunyai 2 bentuk kegiatan 1. Permainan kartu yang dimainkan peserta Studi Kolektif Gudskul dan 2. Rehabilitasi dari koordinator subjek kelas Gudskul. Realisasi 2 kegiatan diatas diawali dengan menyusun tim, publikasi, realisasi kartu, pelaksanaan permainan, dan pengarsipan hasil data akhir.

Konsep & Metode Payon Card

Strategi Produksi

  • Mengidentifikasi 10 permasalahan dari kolektif (data yang tersedia)
  • 10 permasalahan tersebut kemudian diinterpretasikan/disimbolisasikan jadi kartu dan dibahasakan ulang secara teks
  • Setelah kartu selesai didesain dan diproduksi, versi digital dari kartu dalam bentuk PDF diberikan untuk tiap-tiap kolektif untuk “dimainkan/didiskusikan” bersama kolektifnya

Cara Bermain Kartu Payon:

  • Per kolektif di Payon mendapatkan 10 kartu Payon
  • Per kolektif mengidentifikasi kartu mana yang paling “relate” dengan mereka dan diberikan urutan prioritasnya ke tim KoKob #2
  • Tim KoKob #2 mengumpulkan voting permasalahan dari setiap kolektif untuk disampaikan ke tim KS Gudskul 
  • Tim Gudskul akan mendapatkan 2-3 kartu hasil pilihan dari tim KoKob #2 sebagai evaluasi untuk studi kolektif berikutnya

Kelompok Kolaborasi 3

Badan siar Payon adalah serangkaian program binaan yang di payungi payon, sebagai program kolaborasi lima kolektif yaitu SOKONG!, Katakerja, prfrmnc.rar , Raws Syndicate  dan Komunitas KAHE.  Badan siar Payon berperan sebagai media siar dari kolektif untuk kolektif, menyuarakan kegiatan kekaryaan teman-teman kolektif antar pulau se-Nusantara melalui berbagai medium daring. 

 

Badan Siar Payon 

Badan siar Payon adalah serangkaian program binaan yang di payungi payon, sebagai program kolaborasi lima kolektif yaitu SOKONG!, Katakerja, prfrmnc.rar , Raws Syndicate  dan Komunitas KAHE. Badan siar Payon berperan sebagai media siar dari kolektif untuk kolektif, menyuarakan kegiatan kekaryaan teman-teman kolektif antar pulau se-Nusantara melalui berbagai medium daring. Badan siar payon juga membuka kesempatan eksperimentasi media suara dan bebunyian (sound art). Beberapa medium daring yang akan digunakan siarang langsung radio online, podcast, serta berbagai konten video dan suara di sosial media.

Kelompok Kolaborasi 4

B5 17 AN (Berlima satu tujuan) merupakan karya yang dibuat dari lima kolektif yang tergabung kedalam unit yang bernama Kolaborasi Kolektif (KOKOB 4). Karya ini merespon beberapa mata pelajaran yang diberikan para KS GUDSKUL  selama mengikuti program Studi Kolektif 2020/2021 kedalam format kompilasi video (videozine) yang dibuat oleh masing-masing kolektif dari KOKOB 4. B5 17 AN menampilkan video-video yang diproduksi oleh tiap-tiap  kolektif dengan pola artistik yang kami yakini dan kami percayai sebagai sebuah karya video. Kokob 4 juga membuat satu video secara keroyokan melalui platform Zoom yang biasa digunakan untuk pertemuan secara ilusi, melalui karya keroyokan ini kami sepakat untuk berekperimen dan mempertanyakan ulang tentang “kuasa berbicara” ketika sedang melakukan aktivitas Zoom Meeting. Karya ini juga akan kami distribusikan secara mandiri melalui platform youtube, supaya gagasan yang kami bikin bisa tersebar lebih luas lagi.

 

Video Zine

Proyek ini mencoba mengkoneksikan apa yang terjadi di lingkungan tempat kelima kolektif berada. Melalui Video Zine ini, fragmen-fragmen kehidupan keseharian kolektif dapat dilihat melalui bentuk-bentuk eksperimen video reportase. Nantinya video-video ini akan disusun layaknya artikel-artikel dalam sebuah majalah dan dipublikasikan melalui kanal YouTube.

Kelompok Kolaborasi 5

Hajat 3 Kota adalah proyek kolaborasi yang merangkum narasi pesisir, di mana secara geografis beberapa para anggota masing-masing kolektif merupakan masyarakat yang hidup diwilayah pesisir. Kolaborasi lintas geografis ini menjadi momen pertemuan, eksplorasi dan pertukaran pengetahuan seputar rempah, resep masakan dan cerita-cerita dari pesisir.

 

Hajat 3 Kota

Proyek kolaborasi yang merangkum narasi pesisir, dimana secara geografis beberapa anggota masing-masing kolektif merupakan masyarakat pesisir, seperti di Cirebon, Surabaya, Pontianak, Makassar. Proyek kolaborasi ini menjadi momen pertemuan dalam pertukaran pengetahuan dan eksplorasi resep masakan masyarakat pesisir yang kurang populer atau yang hampir hilang, yang nantinya akan dipresentasikan dalam proyek seni yang bernama “Hajat 3 Kota” (working title).

Profil Kolektif (Gudskul Studi Kolektif 2020 - 2021)

PRFRMNC.RAR adalah sebuah kolektif yang berbasis di Bandung dengan konsentrasi kerja pada seni performans. Kolektif ini diinisiasi oleh para seniman muda dengan latar belakang seni yang beragam pada awal 2018. Nama kolektif ini dipilih secara sadar untuk menggambarkan konsentrasi kerja mereka yang melingkupi seni performans dan pengarsipan seni performans itu sendiri. Di dalam kerja-kerjanya, PRFRMNC.RAR menggabungkan kerja sebagai seniman dan kerja sebagai pengarsip yang lantas menelorkan salah satu istilah yang menarik dari mereka sendiri yakni seniman sebagai pengarsip.

 

More info:

Email: prfrmnc.rar@gmail.com

Instagram: @prfmnc.rar

It’s In Your Hands adalah kolektif yang berdiri di Jakarta, dengan individu-individu multi-latar yang berfokus pada eksplorasi seni sebagai media pengelolaan sampah plastik rumah tangga, yang kegiatan-kegiatannya meliputi pertukaran pengetahuan, eksperimentasi, dan kolaborasi bersama publik. Kolektif ini beranggotakan Ika Vantiani, Aisyah Andamari, dan Sastiviani Putri.

More Info:

Instagram: @iiyhcollective

PIND.INK berdiri pada 2017 di Jalan Pinding, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Nama jalan tempat mereka berdiri menjadi nama kolektif mereka, meski pun kini mereka tidak lagi berdomisili di jalan tersebut. Kolektif ini terbentuk dari lingkaran pertemanan yang berkembang dan terus berkembang. Komunitas yang percaya bahwa keakraban dan persaudaraan dengan tetangga di sekitar tempat mereka berada sebagai salah satu faktor penting ini terdiri dari beragam orang dengan latar belakang ilmu serta ketertarikan yang beragam. Kerja-kerja PIND.INK selalu berfokus kepada dua hal yakni eksplorasi medium dan teknologi seni sebagai wadah untuk ide-ide mereka serta program seni public yang dijadikan sebagai ajang pelebaran ruang dialog antara mereka dengan masyarakat dan antara sesame anggota masyarakat itu sendiri.

More Info:

Instagram: @pind.ink

Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=wLgAh7Mj8AI

TUDGAM, singkatan dari Tulisan dan Gambar, berdiri di Kuningan, Jawa Barat pada 2009. Kolektif ini bermula dari kerja pendokumentasian seniman asal Kuningan yang tinggal di Kuningan mau pun di luar Kuningan yang dilakukan oleh beberapa pendirinya. Sebagaimana namanya, TUDGAM berkonsentrasi pada kerja-kerja seni dengan pendekatan visual dan aksara. Kolektif ini bertujuan untuk menghidupkan dan meramaikan ekosistem seni budaya di Kuningan, sebuah kota yang jauh dari hingar binger seni kontemporer. Kerja-kerja TUDGAM terutama adalah upaya demokratisasi pengetahuan yang sejauh ini dilakukan melalui program-program pendidikan seni, lokakarya, pameran, pertunjukan, penelitian, dan dokumentasi. Pada tahun ini, TUDGAM dengan berani dan bermodalkan nekad menginisiasi Kuningan Biennale.

More Info:

Email: tudgam@gmail.com

Instagram: @tud_gam

RUANG ALTERNATIF berdiri di Cirebon, Jawa Barat pada 2015. Kolektif yang teridiri dari anak-anak muda penuh semangat ini bekerja di ranah audio, visual dan aktivitas sosial dengan sebisa mungkin menghasilkan dampak langsung pada masyarakat. Mengupayakan terbentuknya ekosistem yang sehat untuk dunia kreatif di Cirebon dan sekitarnya, Ruang Alternatif mendedikasikan dirinya sebagai ruang yang inklusif bagi segala jenis orang, komunitas dan aktivitas inter disiplin.

More Info:

Blog: https://medium.com/@ruang.alternatif

Instagram: @ruang.alt

Twitter: @ruangalternatif

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCnLtcR2yRQJJg2rj2QalI8g

SINAU ART muncul pada awalnya dengan nama Gardu Unik. Nama Sinau Art sendiri awalnya muncul sebagai nama salah satu program dari kolektif yang berdomisili di Cirebon, Jawa barat ini, yakni Lembaga Pendidikan Keterampilan Sinau Art Course (sejak 2007). Merasa pendidikan mesti menjadi perhatian utama mereka, maka Gardu Unik lantas mengubah namanya menjadi Sinau Art. Sinau, dalam bahasa Jawa, berarti “belajar.” Selain membuka ruang belajar kesenian, kolektif ini juga menggunakan kesenian sebagai medium untuk mengadvokasi isu-isu lingkungan. Terkait yang belakangan ini Sinau Art memiliki festival tahunan yang cukup monumental, yaitu Jagakali Art Festival. Melalui festival ini, publik diajak merenungi kondisi lingkungan melalui aneka pertunjukan seni, lokakarya, hingga bersih-bersih kali dan penanaman pohon.

More Info:

Instagram: @sinauart

Phone: 085352412736 / 0895332766674

ROOMPOK SPACE memulai kerja kolaborasi dan kolektif mereka dengan semboyan, semacam pertanyaan retoris sederhana, ‘kerja kolaboratif adalah kerja yang dimulai dengan tawa, tanpa egoism dan penuh dengan hal-hal lucu, maka, apa lagi yang perlu dipertanyakan?’ Perihal medan geografis seni rupa kota Bandung bisa dikatakan sebagai salah satu pemicu berdirinya kolektif ini. Berlokasi di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Roompok melihat bahwa wilayah mereka berada jauh dari geliat seni rupa kota Bandung. Maka, mengapa tidak untuk menciptakan saja geliat itu? Maka Roompok berdiri pada 2018 dan giat berkegiatan di wilayah mereka, membuka ruang kreatif sendiri, dan tetap terus memperluas jejaring kolaborasi.

More Info:

Email: roompokspace@gmail.com

Instagram: @roompokspace

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCw-gzlixSSD_mffK2cV8qug

 

BLANCO BENZ ATELIER berkonsentrasi pada seni media baru dan kini terdiri dari tiga kolaborator. Ketiganya berasal dari Bandung namun kini terpisah jarak; yang satu di Bandung (Indonesia), yang satunya lagi di Amerika Serikat, dan yang lain berada di Jerman. Jarak yang jauh ini menantang mereka untuk terus memanfaatkan kemungkinan media komunikasi baru ini untuk terus terhubung dan mengkreasi kerja-kerja bersama.

More Info:

Instagram: @blancobenzatelier

CUT AND RESCUE adalah sebuah artis kolektif berbasis di Jakarta yang berdiri sejak 2011. Personil Cut and Rescue juga terlibat di beberapa kolektif seni dan institusi budaya lainnya di Jakarta. Kerja artistic mereka tidak mengenal batas medium, tetapi selalu dilingkupi semangat penelitian dan pencarian ide segar. Hampir semua medium dijelajahi dan dieksperimentasikan oleh kolektif yang nakal pada ide serta ketakterdugaan presentasi ini. Dengan jumlah anggota yang evektif, Cut and Rescue terus mencari jawab atas perkembangan zaman dan kota tempat mereka berada.

More Info:

Instagram: @cutandrescue

Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=MIvCO0VI32o

KATAKERJA berawal dari kerja-kerja literasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Kolektif yang berdiri pada 2014 ini mengawali kerjanya dengan membuka perpustakaan umum yang dapat diakses gratis oleh siapa pun. Dalam perkembangannya, katakerja juga memfasilitasi kegiatan seni budaya secara kolektif sebagai bentuk penyikapan terhadap pemaknaan literasi secara luas. Bersamaan dengan itu, aktivitas mereka, yang pada awalnya terbatas pada persoalan buku dan bacaan, berkembang ke ranah lain seperti musik, film, maupun kajian-kajian kebudayaan lainnya. Mereka percaya bahwa yang paling penting dari segala pokok permasalahan adalah manusia dan kemanusiaan.

More Info:

FORUM SUDUTPANDANG didirikan oleh pekerja seni dan akademisi di Palu, Sulawesi Tengah pada 2016. Kehadiran mereka memberi wajah baru yang segar dan kekinian untuk medan seni Palu. Sejak didirikan, kolektif ini menjalankan pelbagai program seperti lokakarya, pameran seni, pemutaran film, pertunjukan music, dan pasar kolektif. Ketika gempa bumi dahsyat melanda Palu dan beberapa wilayah Sulawesi Tengah lainnya, Forum Sudutpandang mengambil peran kerja-kerja kemanusiaan serta berkontribusi dalam pelbagai kerja rekonstruksi psikis. Mereka juga mengembangkan program literasi perihal kebencaan. Jelaslah, kebahagiaan dan kegembiraan orang Palu dan Sulawesi Tengah pada umumnya menjadi konsentrasi Forum Sudutpandang.

KOMUNITAS KAHE diperkuat oleh insan seniman, peneliti, aktivis dan penulis. Mereka bekerja secara interdisipliner dengan pendekatan seni budaya sejak 2015, tahun berdirinya. Komunitas KAHE menempatkan kesenian sebagai teropong untuk melihat dan merefleksikan fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat, sekaligus menjadi media produksi, distribusi dan dokumentasi pengetahuan. Komunitas KAHE bekerja dengan mindset sosial-politis dalam pengertian radikal, sebagai upaya untuk terlibat dalam isu-isu dan kegelisahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Salah satu program yang menggambarkan proses kerja mereka adalah Festival Maumerelogia yang dilaksanakan setiap tahun.

More Info:

Instagram: @komunitas.kahe

SANGGAR SENI RUPA KONTEMPORER sesungguhnya sebuah nama yang mengandung sejarah seni rupa Indonesia yang kompleks. Sanggar adalah sebentuk perkumpulan seni rupa yang banyak muncul di era awal kemerdekaan Indonesia. Nama itu kini jarang dipakai. Sanggar di dalam Sanggar Seni Rupa Kontemporer dipakai untuk menggambarkan tempat mereka yang dialihfungsikan untuk beragam kebutuhan seperti sekolah, studio, rumah atau tempat untuk bersenang-senang bersama. Harapannya dengan tempat yang demikian, anggota kolektif ini bisa belajar untuk hidup secara organik. Sanggar Seni Rupa Kontemporer merupakan kolektif belajar bersama yang menyediakan ruang aman dimana setiap anggotanya dapat mengekspresikan dan mendiskusikan hal – hal dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks sekalipun tanpa adanya batasan. Kolektif ini terdiri dari anak muda dengan beragam latar budaya mau pun disiplin ilmu.

More Info:

Email : sanggarsenirupakontemporer@gmail.com

Instagram: @sanggarsenirupakontemporer

KECOAK TIMUR bercita-cita untuk terus bertahan meski seperti apa pun keadaan dan rintangan yang menghadang. Itu pula alasan dibalik pemilihan serangga ‘kecoak’ sebagai nama kolektif yang berasal dari Jawa Timur ini. Kolektif yang kerja di ranah seni kontemporernya selalu berbasiskan atau menimba inspirasi dari dunia tradisi ini berupaya untuk mewarnai skena seni di wilayah mereka mau pun wilayah yang lebih luas. Kekeluargaan, saling menolong dan mendukung, serta membangun suasana yang mendukung kerja-kerja kesenian adalah hal-hal yang mendorong kemunculan mereka sekaligus yang terus ingin diupayakan.

More Info:

https://chat.whatsapp.com/GI9Wt8I1XkL8dR6w1j2e74

RAWS SYNDICATE adalah sebuah kolektif asal Bandung yang lebih suka melihat diri mereka sebagai sebuah sindikasi fotografi. Didirikan pada 2012 dengan semangat gerakan kolektif, RAWS SYNDICATE mengupayakan terbentuknya ekosistem fotografi yang sehat. Mereka sejauh ini menjalankan program penelitian dan pengarsipan di bidang fotografi serta program=program lainnya untuk mencapai apa yang hendak mereka tuju.

More Info:

Email: rawspropaganda@gmail.com

Instagram: @rawssndct

VOLUME ESCAPE berlokasi di Cicurug, Sukabumi bagian utara, Jawa Barat. Di tengah wilayah yang kental dengan industry dan pabrik-pabrik, Volume Escape hendak memberikan warna baru. Kreatifitas dan kebudayaan di Cicurug bagi kolektif yang terbentuk pada 2017 ini adalah sebuah potensi yang mesti diprovokasi dan digarap serius. Kreatifitas dan denyut kebudayaan mesti mengimbangi industrialisasi di wilayah mereka. Pabrik yang menjadi identik dengan wilayah tempat mereka berada, bahkan Volume Escape sendiri menempati gedung bekas pabrik, menginspirasi kerja-kerja mereka, setidaknya tampak pada nama program mereka seperti Pabrik Kreasi, Pabrik Ilmu dan Pabrik Artsee.

More Info:

Email: volumeescape@gmail.com

Instagram: @volumeescape

KOMUNITAS GUBUAK KOPI yang berdomisili di Solok, Sumatra Barat ini memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan literasi media melalui kegiatan-kegiatan kreatif, mengorganisir kolaborasi antara profesional (seniman, penulis, dan peneliti) dan warga. Mereka juga mengembangkan media lokal dan sistem pengarsipan alternatif, serta membangun ruang alternatif bagi pengembangan kesadaran budaya yang ramah lingkungan di lingkup lokal. Kerja-kerja Komunitas Gubuak Kopi banyak dilandaskan pada kearifan lokal di Solok, Sumatera Barat. Bagi mereka, budaya dan nilai lokal adalah sumur inspirasi untuk kerja-kerja mereka yang tak ada habisnya.

More Info:

Instagram: @gubuakkopi

STUDIO MALYA terbentuk pada akhir 2017 di Yogyakarta. Kolektif ini menggunakan tiga strategi dalam kerja-kerja mereka yakni narasi, ragam media, dan jejaring. Dengan narasiu mereka ingin melihat sebuah wacana secara holistic yang pada strategi ragam media dicari bentuk karya yang cocok untuk memantik pembicaraan perihal wacana itu. penyebar-luasan wacana diupayakan dengan strategi ketiga yakni berjejaring. Dengan tiga strategi itu, Studio Malya menempatkan dirinya sebagai ruang belajar bersama untuk mendayagunakan energi melalui eksplorasi ilmu pengetahuan. Hal demikian ditempuh sebagai upaya membuka kemungkinan cara pandang baru terhadap kenyataan sosio-kultural Indonesia yang begitu dinamis, terkhususnya di dalam konteks generasi kiwari.

More Info:

Instagram: @studiomalya

SOKONG! adalah multiplatform publikasi fotografi yang berdiri di Yogyakarta sejak 2018. SOKONG! percaya bahwa publikasi merupakan bagian dari praktik artsitik. Melalui publikasi fotografi terbukalah jalan untuk pertemuan dan perbincangan perihal medium fotografi. Sejak awal berdirinya, kolektif ini percaya dan mejalankan model kerja kolaboratif. Meski pun pemaknaan perihal kerja kolaboratif di antara anggotanya berbeda-beda, SOKONG! tidak melihatnya sebagai sebuah masalah. Justru perbedaan pandangan memperkaya kerja dan karya mereka.

More Info:

SOKONG!

EKSTRAK KOLEKTIF merupakan kolektif yang terbentuk dari program studi kolektif di Gudskul. Setelah mengikuti program Gudskul Studi Kolektif dan Ekosistem Seni Rupa Kontemporer pada 2018 – 2019, para anggota komunitas ini bersepakat untuk melanjutkan persaudaraan dan kerja bersama mereka. Maka terbentuklah Ekstrak Kolektif. Berkumpul untuk bergembira dan berkesenian adalah moto dari kolektif dengan anggota dari beragam asal kota dan latar pendidikan seni ini. Sebelum bergabung di Ekstrak Kolektif dan juga sebelum terlibat di Gudskul Studi Kolektif, para anggota kolektif ini sudah terlibat di kolektif masing-masing mau pun secara individu. Barangkali pengalaman-pengalaman inilah yang membuat Ekstrak Kolektif terus kembali merekat meski terkadang terasa renggang.

More Info:

Instagram: @ekstrak.kolektif

SIKU RUANG TERPADU adalah kolektif yang terdiri dari kolektif-kolektif. Meta kolektif ini berdiri pada 2019 atas inisiasi satu laboratorium (Nara), satu perusahaan (Bonfire), dan dua usaha kreatif (MASIHOPSI dan Ritus). SIKU Ruang Terpadu dibentuk oleh empat kolektif tersebut, ditambah inisiatif lintas disiplin, Jalur Timur. Bonfire adalah sebuah perusahaan desain dan multimedia sementara Nara adalah laboratorium kreatif yang menggabungkan seni dan sains. Sementara itu, MASIHOPSI adalah kedai kopi dan Ritus merupakan toko penyedia alat dan kebutuhan street art yang juga menjual pakaian. SIKU Ruang Terpadu merupakan muara tempat mereka menyatukan visi bersama demi membangun ekosistem seni rupa kontemporer setempat. Melalui SIKU Ruang Terpadu, mereka menyelenggarakan tidak hanya diskusi dan pameran seni rupa melainkan juga sejumlah lokakarya yang mereka pandang dapat merangsang pertumbuhan seni rupa kontemporer di kota mereka.

More Info:

BERANDA