Short Course Gudskul adalah program kelas malam yang diadakan di Gudskul Ekosistem Seni, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Melalui format #nongkrongsambilbelajar yang santai, program ini menawarkan berbagai pilihan fokus studi: dari seni rupa, tata kelola seni, musik, desain, hingga pengarsipan komunitas. Setiap kelas dirancang sebagai ruang diskusi untuk pemula yang difasilitasi langsung oleh para praktisi, seniman, kurator, dan penggerak skena yang telah berpengalaman lebih dari sepuluh tahun di medan seni nasional maupun global.
Sejak 2018, Short Course Gudskul telah diikuti oleh berbagai kalangan dari pekerja, mahasiswa, siswa SMA & SMK, seniman muda, musisi, hingga penikmat seni. Peserta tidak perlu memiliki latar belakang linear dengan kelas yang akan diikuti.
Mengapa Ikut Short Course Gudskul?
- Portofolio & Sertifikat: Cocok sebagai capacity building. Di akhir program, peserta mendapatkan Sertifikat Resmi dari Gudskul.
- Nongkrong Sambil Belajar: Proses belajar santai dan inklusif di meja diskusi tanpa sekat formalitas.
- Ilmu Non-Textbook: Belajar langsung dari praktisi yang membagikan pengalaman nyata, cerita “behind-the-scene”, dan taktik bertahan di skena seni nasional maupun internasional.
- Fokus Bebas Distraksi: Berlokasi di ruang Gudskul di Jagakarsa yang teduh dan membumi untuk mendukung fokus bereksperimen.
- Hub Global: Menjadi titik temu kasual untuk berjejaring dengan rekan serta tamu lintas kota dan negara yang rutin datang setiap minggunya ke Gudskul.
- Dukungan Ekosistem: Biaya pendaftaran berkontribusi langsung pada keberlangsungan kolektif ekosistem seni rupa kontemporer lokal.
Informasi Kelas
-
Periode kelas 7 September – 13 Oktober 2026
- Kelas dilaksanakan setiap malam pukul 19.00 – 20.30 WIB
Syarat & Ketentuan Pendaftaran
- Usia Peserta: Terbuka untuk peserta berusia minimal 16 tahun (mahasiswa, pekerja, seniman muda, hingga penikmat seni umum). Peserta tidak perlu memiliki latar belakang linear dengan kelas yang akan diikuti.
- Komitmen Waktu: Berkomitmen untuk menghadiri rangkaian kelas secara tatap muka (offline) di ruang Gudskul, Jagakarsa, Jakarta Selatan, selama periode September.
- Pendaftaran Kelas: Biaya pendaftaran berlaku untuk satu pilihan subjek kelas. Jika ingin mengambil lebih dari satu subjek, peserta dapat melakukan pendaftaran terpisah (selama jadwal kelas tidak bentrok).
Senin
Artistik Festival Musik – Saleh Husein
Di balik meriahnya panggung festival musik, ada kerja artistik yang menentukan bagaimana tema dan identitas visual dihadirkan ke publik. Saleh Husein, gitaris WSATCC dan The Adams, seniman, serta Art Director di balik Synchronize Fest dan Soundrenaline, akan membagikan pengalaman dan metode perancangannya dalam kelas ini. Peserta akan diajak berpikir kritis terhadap tren festival musik saat ini, mengolah elemen rupa secara imajinatif, serta menyusun arahan artistik yang eksploratif dan kolaboratif.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Dasar & Angle Artistik): Pengenalan artistik festival, penentuan angle, eksplorasi tema, dan pendekatan imajinatif.
- Pertemuan 2 (Elemen Rupa & Kolaborasi): Bedah fungsi elemen rupa dan taktik membangun kerja kolaboratif di balik panggung.
- Pertemuan 3 (Key Visual & Praktik Arahan): Bedah key visual dan penyusunan arahan artistik festival lokal (small, medium, atau large).
- Pertemuan 4 (Presentasi Proyek): Presentasi dan diskusi draf rencana kerja artistik festival musik buatan peserta.
Output Kelas:
- Draf arahan kerja artistik festival musik yang siap diterapkan.
- Cara pandang kritis dan kesiapan praktik langsung di skena festival.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul
Speculative Collective – MG Pringgotono
Di tengah menjamurnya praktik kolektif seni, seperti puluhan kolektif di Gudskul hingga panggung global documenta 15, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menjaga keberlangsungannya. MG Pringgotono, pendiri kolektif Serrum, Kepala Sekolah Gudskul Studi Kolektif, Master of Lumbung Practice, dan penulis buku Collective Schooling, akan membagikan pengalaman dan metodenya dalam mengelola ekosistem kolektif. Peserta akan diajak belajar dari cerita kegagalan dan keberhasilan berbagai kolektif, memetakan potensi sumber daya, serta membedah taktik merancang kolektif seni yang sehat dan berdampak.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Pemetaan & Knowledge Market): Perkenalan peserta dan pemetaan potensi sumber daya (knowledge market) sebagai titik berangkat kolektif.
- Pertemuan 2 (Prinsip Dasar Kolektif): Bedah nilai-nilai dan prinsip utama dalam menginisiasi sebuah kolektif seni.
- Pertemuan 3 (Elemen & Ekosistem): Mempelajari struktur dan elemen penyusun kolektif seni di dalam serta luar negeri.
- Pertemuan 4 (Taktik Mempertahankan Kolektif): Membahas persoalan nyata di lapangan dan strategi menjaga daya tahan kolektif dari ekosistem.
Output Kelas:
- Proposal perancangan kolektif seni baru yang matang.
- Kemampuan taktis untuk menginisiasi dan merawat keberlangsungan kolektif yang berdampak.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Visual Branding – JJ Adibrata
Brand selalu hadir di sekitar kita setiap hari, dan perancangan visual yang tepat menentukan bagaimana sebuah proyek atau produk dapat dikenali publik secara menarik. JJ Adibrata, perancang grafis dan produk peraih Djarum Black Innovation Award 2007 serta Penghargaan Desain Poster Film Terbaik di Apresiasi Film Indonesia dan Piala Maya 2014, akan membagikan pengalamannya dalam kelas ini. Peserta akan diajak menganalisis karakter brand, mengeksekusi desain dari sketsa hingga materi final, serta mengaplikasikannya ke berbagai media visual.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Analisis Brand & Konsep): Menggali karakter brand, melakukan analisis visual, serta menentukan konsep perancangan atau rebranding.
- Pertemuan 2 (Eksekusi Desain): Praktik mengolah ide visual dari tahap sketsa awal hingga penyempurnaan karya final.
- Pertemuan 3 (Aplikasi Media): Menerapkan desain ke berbagai medium rupa, seperti e-poster, e-flyer media sosial, dan katalog produk.
- Pertemuan 4 (Presentasi Proyek): Mempresentasikan proyek rebranding atau branding mandiri untuk mendapat ulasan dan pengayaan karya.
Output Kelas:
- Proyek branding atau rebranding visual yang matang dan siap diaplikasikan di berbagai media.
- Keterampilan teknis eksekusi desain dari sketsa hingga materi final untuk portofolio profesional atau bisnis pribadi.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Pengenalan Kerja Kuratorial – Gesyada Siregar
Kerja kuratorial berperan sebagai jembatan pemahaman bagi publik untuk mencerna karya seni yang dianggap baru atau belum umum dipahami. Gesyada Siregar, kurator dengan pengalaman lebih dari satu dekade, alumni Ivy League penerima Penn Prize for Excellence in Teaching, serta ko-kurator Pekan Kebudayaan Nasional 2023, Instrumenta International Media Art Festival, dan “Three-Nons” di BETA413 Seoul, akan mendampingi kelas ini dengan pendekatan behavioral science. Peserta akan diajak membawa ide kurasi atau studi kasus, membedah bias dalam pengambilan keputusan, merancang strategi kuratorial, hingga menyusun deck proposal pameran yang bisa digunakan peserta untuk praktik kedepannya.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Perkenalan & Peran Kurator): Menelusuri sejarah kekuratoran di Indonesia, membedah cakupan kerja kurator, serta mencoba simulasi awal melalui gim PowerPoint Karaoke.
- Pertemuan 2 (Seleksi & Bias Keputusan): Mengulas keputusan kuratorial lewat pendekatan behavioral science, memetakan bias dan kekeliruan dalam memilih, serta simulasi roleplay penyusunan argumen keputusan.
- Pertemuan 3 (Karya & Perilaku Seniman): Mempelajari taktik menuliskan karya yang sedang berproses maupun yang telah selesai, menentukan strategi komunikasi dengan seniman, mengenal ‘technical rider’ seniman dan mulai menyusun deck rancangan pameran.
- Pertemuan 4 (Presentasi Gagasan Kuratorial): Mengemas kerumitan proses kurasi menjadi tawaran gagasan kuratorial, mempresentasikan proposal kepada pemangku kepentingan awam, serta menguasai teknik komunikasi praktikal.
Output Kelas:
- Satu deck rancangan kuratorial utuh (fiktif atau riil) yang siap dipresentasikan kepada pemangku kepentingan atau mitra pameran.
- Keterampilan taktis mengidentifikasi bias keputusan, menyusun argumentasi kuratorial, dan mengomunikasikan gagasan seni kepada publik luas.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul
Selasa
UnRegister : Bermain Visual dengan Risoprint – Adi Dhigelz (Grafis Huru Hara)
Dalam industri cetak konvensional, presisi adalah hukum mutlak, namun kelas ini hadir untuk merayakan kebalikannya melalui pergeseran warna (misregistration) yang estetik dan berkarakter. Bersama Adi Dhigelz dari Grafis Huru Hara, kolektif seni grafis yang aktif merilis karya Risograph di pameran Overground Fukuoka hingga Tokyo Art Book Fair, akan membagikan metode dan pendekatan taktilnya dalam mengolah cetak Risograph. Peserta akan diajak melepas tuntutan presisi digital, memahami cara berpikir spot color, serta mengeksplorasi estetika ketidaksempurnaan hingga menghasilkan edisi cetak fisik berstandar untuk kolektor.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Anatomi Riso & Spot Color): Memahami anatomi mesin Risograph (mengapa ia bekerja seperti “mesin fotokopi otomatis” namun menggunakan tinta emulsi basah), estetika ketidaksempurnaan (grainy, smudging), pemahaman warna spot color, dan pemilihan karya 2-3 warna.
- Pertemuan 2 (Pecah Warna & Preparasi File): Membedah pemisahan warna (color separation), pengaturan halftone dan opacity, trik trapping, serta penyusunan file siap cetak per layer.
- Pertemuan 3 (Praktik Cetak & Eksperimen): Pembuatan master film, proses mencetak lapis demi lapis di atas kertas un-coated, dan eksperimen pergeseran posisi kertas secara manual.
- Pertemuan 4 (Finishing, Editioning & Print Swap): Pemotongan kertas (trimming), penomoran edisi (editioning), evaluasi estetika hasil cetak, dan sesi tukar cetakan (print swap).
Output Kelas:
- Karya cetak Risoprint 3 warna di atas kertas un-coated dan acid-free edisi terbatas yang siap dipajang atau masuk portofolio.
- Penguasaan teknis pemisahan warna (color separation) dan pola pikir eksperimental terhadap material cetak fisik.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Petualangan Menulis Cerita Anak - Daniella (rurukids)
Menulis cerita anak bukan sekadar menyusun hiburan, melainkan cara memanggil memori, memperkuat empati, dan menyampaikan pesan kehidupan dari sudut pandang yang dekat dengan dunia anak. Daniella Fitria Praptono (Kunil), seorang ibu, seniman, ilustrator buku anak, pendiri rurukids, serta Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2026–2029, akan membagikan metode perancangannya dalam kelas ini. Peserta akan diajak menggali “harta karun” ide dari keseharian, menyusun struktur narasi yang hidup tanpa menggurui, serta memproses gagasan personal menjadi naskah cerita anak yang bermakna.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Memanggil Sang Penjelajah & Harta Karun Ide): Mengenal urgensi kisah bagi anak, mengingat kembali buku masa kecil, serta memulai Jurnal Penjelajah berisi catatan harian sebagai “harta karun” ide cerita.
- Pertemuan 2 (Mind Mapping & Story Canvas): Menelusuri peta cerita untuk meramu gagasan menjadi karakter, alur, dan konflik sederhana lewat pengisian Story Canvas (outline 8-12 adegan).
- Pertemuan 3 (Menjelajah & Menulis dengan Ajaib): Mengembangkan draft hidup lewat writing sprint, menerapkan prinsip show, don’t tell versi cerita anak, ritme kalimat, hingga menyelesaikan draft pertama.
- Pertemuan 4 (Ceritaku Siap Terbang! & Peer Review): Sesi self-edit sederhana, saling berbagi karya dengan prinsip we listen, we don’t judge, serta membedah peluang publikasi mandiri, sayembara, atau penerbit.
Output Kelas:
- Satu draft naskah cerita anak utuh yang siap dibacakan sebagai dongeng sebelum tidur, dikirim ke penerbit/sayembara, atau dijadikan portofolio.
- Pemahaman sudut pandang anak, metode menulis yang bisa diulang untuk karya berikutnya, serta keberanian dan rasa percaya diri sebagai penulis.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Praktik Upcycle & Konsep Sirkular Material – MG Pringgotono (Stuffo)
Di kelas ini, kamu akan diajak merespon isu lingkungan melalui praktik upcycle langsung dengan mengubah limbah banner dan plastik menjadi produk tas yang fungsional. MG Pringgotono, pendiri Stuffo (brand produk upcycle sejak 2017 yang terpilih sebagai Local Champion 2025 oleh WWF-Indonesia atas kontribusi solusi lokal sampah plastik), akan membagikan pengalaman dan metodenya dalam mengolah material sirkular. Peserta akan diajak memahami konsep circular material, menguasai teknik menjahit standar, serta mengeksekusi olahan limbah menjadi karya tas yang bernilai jual dan siap dikembangkan menjadi brand baru.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Introduction of Circular Material): Pengenalan dasar circular material, pemetaan karakter limbah banner dan plastik, serta alur perancangan produk upcycle.
- Pertemuan 2 (Olahan Banner & Teknik Menjahit): Praktik membuat tas dari material limbah banner menggunakan teknik menjahit standar.
- Pertemuan 3 (Olahan Plastik): Eksplorasi dan praktik mengolah material limbah plastik menjadi komponen atau struktur tas upcycle.
- Pertemuan 4 (Final Product): Penyelesaian produk akhir (final product), evaluasi karya, serta diskusi peluang pengembangannya menjadi brand mandiri.
Output Kelas:
- Satu produk tas upcycle fisik hasil olahan limbah banner dan plastik yang siap digunakan.
- Keterampilan teknis pengolahan bahan sirkular dan teknik menjahit standar untuk memproduksi produk upcycle mandiri atau rintisan brand baru.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Produksi Pameran – Arief "Arman" Rachman
Elemen produksi dan logistik adalah titik balik utama dalam merancang sebuah pameran seni rupa. Manajemen produksi memberikan pijakan mendasar untuk menentukan apakah sebuah pameran dapat disimulasikan dan dieksekusi secara nyata di ruang pamer. Arief “Arman” Rachman, Ketua Tim Desainer Pameran Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2023 di tiga lokasi gedung (Galeri Nasional, Museum Kebangkitan Nasional, dan PFN) serta sosok di balik produksi Jakarta Biennale, Art Stage, Bazaar Art, hingga Museum MACAN, akan membedah strategi produksi dan tata kelola logistik pameran seni. Peserta akan diajak memahami langkah awal merancang pameran, menyusun deck perancangan, hingga menyimulasikan kerja kolaboratif dalam tim produksi.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Tahapan Teknis & Perencanaan): Mempelajari tahapan teknis penyelenggaraan pameran seni, mulai dari perencanaan awal, estimasi, simulasi, hingga proses produksi dan presentasi.
- Pertemuan 2 (Deck Perancangan & Material): Praktik menyusun deck perancangan pameran seni rupa, meliputi pembuatan moodboard, identifikasi material, teknik produksi, pembentukan tim, dan jadwal kerja.
- Pertemuan 3 (Simulasi Kerja Kolaboratif): Sesi simulasi kelompok langsung dengan berbagi peran antarpeserta untuk mewujudkan satu penyelenggaraan pameran seni rupa yang direncanakan bersama.
- Pertemuan 4 (Penyusunan Buku Proses): Merangkum dan menyusun buku proses (how to) yang memuat panduan manajerial produksi pameran seni rupa.
Output Kelas:
- Buku saku how to berisi struktur pengelolaan proses produksi pameran seni rupa.
- Kemampuan taktis mengelola kerja kolaboratif dalam satu tim untuk mewujudkan produksi proyek seni bersama.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Ilustrasi – Amy Zahrawaan
Bagi Amy Zahrawaan, ilustrasi bukan sekadar kegiatan menggambar, melainkan cara berpikir dan berkomunikasi untuk menerjemahkan gagasan kompleks menjadi visual yang mudah dipahami. Sebagai perupa, printmaker, pendidik dengan pengalaman mengajar komunikasi visual lebih dari 10 tahun, serta anggota kolektif Grafis Huru Hara yang telah berpameran di Dhaka Art Summit 2020 hingga documenta fifteen 2022, Amy akan membagikan metodenya dalam mengolah gambar sebagai media pembelajaran dan kolaborasi. Peserta akan diajak menghubungkan teks dengan pengalaman, mengolah bahasa visual, serta membuka ruang dialog lewat gambar yang dapat diterapkan di ranah pendidikan, media, hingga komunikasi publik.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Semiotika & Bahasa Visual): Memahami eksplorasi simbol dan bahasa visual untuk mengolah serta menyederhanakan gagasan yang kompleks.
- Pertemuan 2 (Storytelling Visual): Mengembangkan narasi lewat gambar dan meramu keterhubungan antara teks dengan pengalaman visual.
- Pertemuan 3 (Ilustrasi Editorial): Praktik merancang ilustrasi konseptual dan editorial untuk kebutuhan media, publikasi, maupun narasi berkesenian.
- Pertemuan 4 (Visual Recording & Portofolio): Menguasai teknik merekam informasi secara visual (visual recording) serta merangkai karya ke dalam struktur portofolio dasar.
Output Kelas:
- Portofolio dasar ilustrasi komunikasi visual berisi eksplorasi simbol, ilustrasi konseptual, ilustrasi editorial, dan visual recording.
- Kemampuan berpikir visual untuk mengolah, menyederhanakan, dan mengomunikasikan gagasan dalam ranah akademik, profesional, maupun publikasi.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Rabu
Merancang dan Mengorganisasi Event Seni Rupa – Ade Darmawan
Merancang dan mengorganisasi event seni rupa adalah praktik mengubah gagasan artistik menjadi peristiwa nyata melalui pengelolaan manusia, waktu, ruang, sumber daya, dan relasi. Ade Darmawan, pengelola event seni rupa di ruang publik seperti Jakarta Biennale (2009–2015), OK. Video Festival, Jakarta 32°C, tim pengelola Gudang Sarinah Ekosistem, direktur artistik documenta fifteen (2022) dan kurator Tidal Weavers (2025–2026), akan membagikan pengalaman dan metodenya dalam kelas ini. Peserta akan diajak memahami karakter kebutuhan praktik artistik, menyusun strategi produksi dan anggaran, hingga mengelola relasi antara seniman, karya, kurator, ruang, dan publik secara berkelanjutan.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Dari Gagasan ke Kerangka Event): Membaca konteks dan tujuan ekosistem seni rupa, memetakan audiens dan sumber daya, serta praktik membuat event brief satu halaman.
- Pertemuan 2 (Perencanaan, Produksi & Anggaran): Menyusun timeline dan alur kerja teknis, merancang produksi karya dan display, mengurus perizinan dan logistik, serta latihan menyusun draft anggaran.
- Pertemuan 3 (Koordinasi, Komunikasi & Simulasi Kasus): Membedah manajemen komunikasi internal, promosi, dan rundown, diikuti latihan simulasi penanganan kendala teknis, pemotongan anggaran, hingga konflik tim.
- Pertemuan 4 (Evaluasi Ekosistem & Keberlanjutan): Menelusuri proses pasca-event, dokumentasi arsip, evaluasi dampak di luar jumlah pengunjung, serta presentasi rencana event dari konsep hingga pembongkaran.
Output Kelas:
- Satu rancangan event seni rupa utuh dari gagasan hingga rencana pelaksanaan yang siap digunakan sebagai portofolio awal.
- Keterampilan taktis mengelola kegiatan seni rupa dalam berbagai skala, mulai dari pameran kecil, program komunitas, festival, hingga proyek seni yang kompleks.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Immersive Art – Haviz Maha
Immersive art menawarkan pendekatan artistik untuk mengalihwahanakan ide dan isu menjadi pengalaman multisensorik melalui keterlibatan ruang, suara, cahaya, visual, objek, interaksi, bau, hingga teknologi. Haviz Maha, seniman multimedia yang terlibat di documenta fifteen (2022), Basoeki Abdullah Art Award (2024), hingga ruangrupa #25 di Synchronize Festival (2025), akan membagikan metode perancangannya dalam kelas ini. Peserta akan diajak menerjemahkan konsep menjadi pengalaman imersif kepada audiens serta merancang rencana karya yang dapat terealisasi sesuai skala budget.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Pengenalan Immersive Art): Membedah konsep dasar immersive art dan contoh penerapannya dalam event design, artwork design, hingga karya seni.
- Pertemuan 2 (Teknologi & Game Engine): Mengenal ragam teknologi imersif (VR, video mapping, net art, seni interaktif) serta praktik game engine (Unity, HTML, dan AI agent).
- Pertemuan 3 (Wireframe Multisensorik): Praktik artistik merancang wireframe pengalaman multisensorik yang memadukan elemen teknis dan ruang.
- Pertemuan 4 (Simulasi Produksi & Plan Karya): Simulasi tahap pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi untuk merancang eksekusi proyek immersive art.
Output Kelas:
- Rancangan rencana (plan) karya immersive art multisensorik yang siap dieksekusi sesuai kemampuan dan anggaran.
- Keterampilan taktis menerjemahkan gagasan isu menjadi format interaktif berbasis teknologi imersif dan ruang.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Pengenalan Seni Rupa untuk Anak – RURU Kids
Mengenalkan seni kepada anak bukan tentang mencetak seniman, melainkan menumbuhkan manusia yang peka, percaya diri, dan mampu berpikir kreatif. Daniella Fitria Praptono (Kunil), pendiri rurukids dan Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta2026–2029, akan membagikan pendekatan pedagogi seni anak yang menyenangkan dan membebaskan. Peserta (guru, orang tua, hingga penggiat komunitas) akan diajak mengubah cara pandang dari pengoreksi menjadi fasilitator, melepas tuntutan hasil yang rapi, serta belajar menstimulasi keberanian anak bereksplorasi melalui benda-benda harian dan pertanyaan terbuka.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Bermain & Cara Pandang): Memahami tahapan gambar anak, pentingnya seni bagi tumbuh kembang holistik, serta praktik melepas bayangan bahwa seni harus bagus atau rapi.
- Pertemuan 2 (Menumbuhkan Kreativitas & Benda Sekitar): Mengalami proses berkarya bebas, merangsang rasa ingin tahu, dan mengubah material sekitar (kardus, daun, botol, sedotan) menjadi karya penuh cerita.
- Pertemuan 3 (Menjadi Pendamping & Fasilitator): Mengubah peran dari pengoreksi menjadi pendamping yang aman, menyusun dialog terbuka, dan menghindari instruksi yang membatasi imajinasi anak.
- Pertemuan 4 (Merancang Pengalaman & Lesson Plan): Menyusun dan mempresentasikan rancangan aktivitas (mini lesson plan) yang berfokus pada proses eksplorasi anak.
Output Kelas:
- Satu rancangan aktivitas (mini lesson plan) dan “Kit Aktivitas Seni” yang siap dipraktikkan bersama anak di rumah, sekolah, maupun komunitas.
- Pemahaman mendasar mengenai perkembangan seni rupa anak serta taktik stimulasi kreatif berbasis pertanyaan terbuka.
- Kepercayaan diri dan sudut pandang baru untuk menjadi teman berkarya yang suportif bagi anak.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Mengelola Festival Film – Sugar Nadia
Di balik suksesnya sebuah festival film, ada strategi matang yang merangkai perumusan konsep, kurasi program, produksi, hingga pendanaan dan hubungan audiens. Sugar Nadia, pengelola festival dan program film dengan pengalaman lebih dari 15 tahun (seperti Manager Kineforum, Festival Director Madani International Film Festival, Kurator Plaza Indonesia Film Festival, serta Ketua Komite Film Dewan Kesenian Jakarta 2023-2026), akan membagikan metode dan taktiknya dalam mengelola festival perfilman. Peserta akan diajak memahami kerja-kerja di balik layar, membedah alur kuratorial, serta menyusun rencana festival film yang aplikatif dan kolaboratif dari nol.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Merancang Festival & Konsep): Membedah model festival film, menentukan karakter, tujuan, serta target audiens untuk merumuskan konsep dasar festival.
- Pertemuan 2 (Menyusun Program & Kurasi): Memahami alur kerja programmer dan kurator, menyusun benang merah program, serta melakukan seleksi dan penyusunan lineup pemutaran.
- Pertemuan 3 (Produksi Festival & Manajerial): Memetakan kebutuhan produksi, merancang struktur tim, menyusun timeline kerja, serta mengurus teknis pemutaran, venue, dan hospitality.
- Pertemuan 4 (Pendanaan, Publik & Keberlanjutan): Membedah strategi pendanaan, penyusunan proposal kemitraan, komunikasi audiens, serta evaluasi untuk keberlanjutan festival.
Output Kelas:
- Festival Blueprint utuh mencakup konsep, target audiens, kurasi program, struktur tim, timeline produksi, strategi pendanaan, dan komunikasi publik.
- Pemahaman taktis dan manajerial untuk merancang serta mengelola festival film secara kolaboratif.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Pengenalan Urban Farming – Selarasa (Juli Berskema, Sophia Louretta dan Alfian)
Berangkat dari prinsip Good Food Coming From Good Soil, kelas ini mengajakmu mengambil peran mengolah pangan mandiri langsung dari pekarangan rumah. Tim pengajar terdiri dari Juli Berskema (periset Selarasa Jagakarsa Foodlab), Sophia Louretta (petani dan pengolah kompos Tani Alit), serta Alfian yang aktif dalam jaringan Majelis Sayur Jagakarsa dan berikhtiar melalui riset pertanian kota dari Pekan Kebudayaan Nasional 2023 hingga Jakarta Biennale. Melalui praktik langsung dan kunjungan lapangan, peserta akan diajak membaca tantangan ruang, memanfaatan limbah organik rumah tangga, hingga memperbaiki kualitas tanah secara konsisten dan berbasis keberlanjutan.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Tanah & Pertanian Kota): Pengenalan ruang pertanian kota dan pemetaan karakter tanah di Jagakarsa bersama Selarasa dan Tani Alit, diakhiri sesi refleksi awal.
- Pertemuan 2 (Kunjungan Tani Alit & Olah Limbah): Kunjungan lapangan ke Tani Alit untuk melihat, merasakan, dan mempelajari pemanfaatan limbah organik menjadi kompos skala rumahan.
- Pertemuan 3 (Kunjungan Majelis Pengelola Lingkungan Kampung Kota (MPLKK) & Perbaikan Tanah): Kunjungan ke MPLKK untuk praktik mengolah, memulihkan kualitas tanah, serta menyiapkan media tanam skala pekarangan.
- Pertemuan 4 (Refleksi & Kebun Bersama): Evaluasi seluruh materi, perancangan proyek lanjutan individu, serta eksekusi pembuatan kebun bersama.
Output Kelas:
- Pengalaman pembuatan kebun bersama serta perancangan proyek berkebun mandiri di rumah.
- Keterampilan taktis pengolahan limbah organik dan perbaikan tanah untuk menghasilkan pangan rumahan secara konsisten dan lestari.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Kamis
Menulis Seni Rupa – Berto Tukan
Di kelas ini, apa pun tentang seni rupa akan kita respon dan tuangkan ke dalam bentuk narasi tulisan. Ruang belajar ini dirancang untuk mempermudah proses menulismu, bahkan ketika kamu merasa sedang tidak memiliki gagasan sama sekali. Tanpa sekat formalitas yang kaku, kita akan bersama-sama mengenalkan cara menemukan dan mengelola gagasan, menyusun aspek cerita yang bagus, hingga melawan ketakutan paling klasik: ragu saat memulai tulisan.
Bersama Berto Tukan, seorang penulis, peneliti lintas disiplin, dan pengelola Jurnal Karbon di ruangrupa yang telah banyak terlibat dalam berbagai penelitian seni rupa. Penulis buku Seikat Kisah Tentang yang Bohong (Nominasi 5 Besar Kusala Sastra Nusantara) yang baru saja merilis buku “Pada Tengah Malam Peradaban: Walter Benjamin tentang Seni dan Sejarah” (Penerbit Gang Kabel) ini akan menemanimu melingkar di meja diskusi. Ia siap membagikan metodologi filsafat, taktik mengurai aura karya, dan pengalaman menulis kritik serta esai di berbagai media.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan Intensif):
- Pertemuan 1 (Perkenalan Dasar & Gagasan): Membuka obrolan seputar dasar menulis, ragam tulisan seni rupa, serta taktik memburu dan mengelola gagasan tanpa takut kehilangan arah.
- Pertemuan 2 (Langsung Menulis & Mengurai Cerita): Praktik langsung merespon seni rupa ke dalam bentuk tulisan (baik untuk riset, kritik seni, analisis, maupun jurnal) dan menyusun aspek cerita yang kuat.
- Pertemuan 3 (Langsung Menulis & Penyuntingan): Melanjutkan praktik menulis secara intensif, diikuti dengan masuk ke tahap editing untuk menajamkan diksi serta struktur narasi secara kasual.
- Pertemuan 4 (Finalisasi & Jalan Publikasi): Merapikan hasil tulisan akhir dan membedah taktik serta peluang menembus jalan publikasi di berbagai media massa maupun jurnal ekosistem seni.
Output Kelas:
- Cukup 1 naskah tulisan matang tentang seni rupa (siap untuk kebutuhan riset, kritik, analisis, atau jurnal).
- Keberanian baru dan cara pandang kritis untuk mulai menulis tanpa distraksi ragu.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Manajerial Organisasi Seni – Ajeng Nurul Aini
Manajerial organisasi seni adalah pembelajaran tentang bagaimana mengatur dan mengelola ruang milik bersama, mulai dari sumber daya manusia, ruang fisik, program, keberlanjutan, hingga resolusi konflik di dalamnya. Ajeng Nurul Aini, praktisi manajerial dengan rekam jejak di ruangrupa, Gudang Sarinah Ekosistem, Gudskul, serta tim riset proyek keberlanjutan FIXER 2021 yang melahirkan jaringan Lumbung Indonesia, akan membagikan pengalamannya di kelas ini. Peserta akan diajak membaca kebutuhan kelembagaan, mengurai keresahan tata kelola, serta menyusun strategi keberlanjutan organisasi seni dalam jangka pendek maupun panjang.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Pemetaan & Keresahan): Perkenalan peserta, berbagi pengalaman dan keresahan tata kelola, serta pemetaan awal sumber daya organisasi.
- Pertemuan 2 (Studi Kasus & Tamu Kolektif): Membedah studi kasus dan mengundang kawan tamu dari kolektif seni untuk berbagi cerita tentang model kelembagaan dan cara bertahan.
- Pertemuan 3 (Kunjungan Organisasi Seni): Kunjungan lapangan ke beberapa organisasi seni di Jakarta atau Bandung untuk melihat langsung praktik pengelolaan di tapak.
- Pertemuan 4 (Rancangan & Presentasi Keberlanjutan): Menyusun dan mempresentasikan rancangan kerja satu tahun ke depan untuk organisasi seni yang dimiliki atau dibayangkan secara santai.
Output Kelas:
- Dokumen rancangan strategi satu tahun keberlanjutan organisasi seni mencakup pembacaan kebutuhan, visi-misi, dan mekanisme kerja.
- Kemampuan taktis membaca potensi sumber daya, mengelola ruang bersama, serta merawat keberlanjutan organisasi seni.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Jalan Menuju Video Musik – Kathleen Malay
Membuat karya gambar bergerak yang berangkat dari musik membutuhkan kepekaan rasa dan pendekatan personal untuk menerjemahkan bunyi menjadi imajinasi visual. Kathleen Malay, pembuat film, musisi, sutradara video musik (Gabber Modus Operandi, Melati ESP, The Brandals, The Panturas hingga NOWNESS Asia), serta mantan reporter VICE Indonesia, akan membagikan alur kerja kreatifnya dalam kelas ini. Peserta akan diajak menghayati lagu dengan memejamkan mata dan membiarkan lagu membawa imajinasi pergi, mengidentifikasi emosi utama, menyusun Director’s Treatment, hingga membedah taktik Production 101 agar siap mengeksekusi proyek video musik secara mandiri.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Perkenalan & Pemilihan Lagu): Membedah proses karya personal pengajar dan memilih satu lagu pilihan peserta yang akan dikembangkan menjadi proyek video musik.
- Pertemuan 2 (Penghayatan & Kata Kunci Emosi): Praktik menghayati lagu lewat imajinasi visual, mengidentifikasi kata kunci emosi, dan meramu gagasan ke dalam medium yang paling dikuasai.
- Pertemuan 3 (Director’s Treatment): Membedah contoh Director’s Treatment karya pengajar dan menyusun kerangka treatment visual masing-masing peserta.
- Pertemuan 4 (Production 101 & Breakdown Produksi): Melakukan breakdown ide menjadi jadwal persiapan dan alur eksekusi produksi agar rencana pembuatan video musik siap dilaksanakan.
Output Kelas:
- Dokumen Director’s Treatment utuh serta rencana alur produksi video musik yang siap dieksekusi.
- Kepercayaan diri serta metode pendekatan personal dalam menerjemahkan emosi musik menjadi karya visual.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Kelas Memotret – The Secret Agents (Indra Ameng & Keke Tumbuan)
Menempatkan konteks yang pas dan memahami intensi seniman memegang peranan krusial dalam membentuk image, merangkai cerita, serta melihat kembali peran fotografi dalam visual culture. The Secret Agents (Indra Ameng dan Keke Tumbuan), duo fotografer dan kurator musik di balik RRREC Fest, pertunjukan SUPERBAD!, serta penggarap foto profil musisi dan sampul album sejak akhir 90-an, akan membagikan metodenya dalam kelas ini. Peserta akan diajak memproduksi karya fotografi melalui proses mengenali subjek, intensi, dan konteks dalam merangkai narasi visual berdasarkan gagasan, kedekatan, serta kesenangan masing-masing hingga mencapai pemahaman mendalam atas sebuah aksi memotret (the act of picture-taking).
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Pengantar & Portofolio): Pengantar subjek dari The Secret Agents, perkenalan peserta, serta sesi presentasi portofolio awal.
- Pertemuan 2 (Ide Karya & Narasi Visual): Pembahasan ide karya peserta, penyusunan narasi visual lewat fotografi, dan penetapan subjek karya.
- Pertemuan 3 (Pengembangan Karya & Penulisan Narasi): Membedah perkembangan karya masing-masing peserta serta menuliskan gagasan dan narasi karya.
- Pertemuan 4 (Presentasi Karya): Sesi presentasi akhir karya foto dan pemaparan narasi di balik karya yang dihasilkan.
Output Kelas:
- Hasil cetak karya foto fisik beserta tulisan narasi gagasan yang siap dipresentasikan.
- Pemahaman taktis dalam mengenali subjek, intensi, dan konteks untuk merangkai narasi visual melalui aksi memotret (the act of picture-taking).
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Visualisasi Arsitektur – Rifandi Nugroho
Visualisasi arsitektur mempelajari bagaimana gambar arsitektural digunakan untuk merancang sekaligus membedah kondisi ruang eksisting, meliputi konteks sosial, kultural, finansial, politik, hingga elemen imaterial di dalamnya. Rifandi Nugroho, peneliti, editor arsitekturindonesia.org, fasilitator Praktik Spasial Gudskul, ko-kurator Pekan Kebudayaan Nasional 2023 dan perancang ruang di balik penataan ruangrupa 25 di JIEXPO hingga aktivasi Pasar Purnama Pontianak berbasis sumber daya terbatas, akan membagikan metodenya dalam kelas ini. Peserta akan diajak melakukan visual mapping, menginvestigasi isu ruang sehari-hari, serta merancang visualisasi yang kontekstual dan adaptif di tengah berbagai keterbatasan.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Gambar Ortogonal & Antar Ruang): Mempelajari penggunaan gambar ortogonal untuk membedah hubungan dan tata letak antar ruang.
- Pertemuan 2 (Gambar Isometrik & Aktivitas): Mengolah gambar isometrik untuk memetakan hubungan antara ruang, kejadian, dan aktivitas harian.
- Pertemuan 3 (Gambar Diagramatik & Elemen Material/Imaterial): Menyusun gambar diagramatik untuk mengurai keterkaitan antara elemen fisik (material) dan non-fisik (imaterial).
- Pertemuan 4 (Menjahit Gambar & Isu): Sesi menjahit keseluruhan gambar arsitektural dan pembacaan isu menjadi penyajian narasi visualisasi ruang yang utuh.
Output Kelas:
- Zine publikasi visualisasi ruang yang merangkum hasil investigasi isu, mapping visual, dan perancangan ruang sehari-hari.
- Keterampilan taktis memanfaatkan gambar arsitektural untuk mengurai konteks sosial, kultural, dan finansial di tengah keterbatasan sumber daya.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Jumat
Membuat Kartun Opini – Wiratama
Kartun opini hadir sebagai medium taktis untuk merespon fenomena sosial-politik dan menyampaikan kritik secara visual. Wira Tama (@wirtams), ilustrator asal Medan peraih Kosasih Award 2016 yang terlibat dalam proyek zine Sekolah Tani Kota di Defoamat 2026 Jepang, dikenal lewat karya komik berbasis humor satir, ironi, serta penggunaan simbol-simbol visual klasik yang mudah dikenali. Dalam kelas ini, ia akan membagikan metode perancangannya untuk membantumu meramu isu kebijakan publik dan fenomena masyarakat menjadi gambar bertutur yang kritis, tajam, serta lugas.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Pengenalan Kartun Opini): Membedah dasar-dasar kartun opini, membaca isu sosial-politik terkini, dan menentukan simbol visual yang tepat.
- Pertemuan 2 (Praktik Eksekusi 1): Sesi latihan perancangan gagasan awal, pembuatan sketsa, dan pemetaan poin kritik visual.
- Pertemuan 3 (Praktik Eksekusi 2): Melanjutkan pendalaman karya kartun opini secara intensif serta menajamkan aspek humor satir dan detail visual.
- Pertemuan 4 (Presentasi Karya): Mempresentasikan keseluruhan seri karya kartun opini yang dibuat peserta untuk mendapat ulasan dan masukan.
Output Kelas:
- 5 karya kartun opini yang merespon isu sosial-politik dan siap dipublikasikan di berbagai media.
- Kemampuan taktis mengolah isu publik, kebijakan, dan fenomena sosial menjadi kritik visual yang tajam dan komunikatif.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Beauty Class = A Way of Life – Alienpang
Beauty Class = A Way of Life mengajak peserta berkaca lebih dalam tentang pernyataan yang sebenarnya ingin disuarakan secara frontal lewat tubuh dan perjalanannya melalui tata rias dan gaya hidup. Alienpang, seorang perupa visual, ilustrator, konten kreator beauty, pendiri salon @thealienpanginvasion dan horrorcandy makeup addicted dengan riasan maksimalis khas classic horror movie imagery 50s-70s, aktif terlibat di perhelatan seperti JKT ZINE FEST dan PRESS PRINT PARTY. Dalam kelas ini, ia akan mendampingi peserta untuk membongkar standar kecantikan bentukan pasar, memetakan warna dan karakter personal, serta mengolah gaya hidup DIY menggunakan barang di sekitar tanpa terkekang hasrat kebendaan.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Perkenalan & Dekonstruksi Standar Pasar): Saling bercerita latar belakang dan referensi musik atau idola favorit, membongkar standar kecantikan buatan pasar, membuat self portrait pertama, serta menulis perkenalan untuk bahan zine.
- Pertemuan 2 (Pemetaan Warna & Standar Personal): Memetakan warna tiap peserta, merumuskan standar kecantikan versi personal membawa alat makeup harian, dan membuat self portrait.
- Pertemuan 3 (Nongkrong Gosip, DIY & Pemanfaatan Barang): Sesi nongkrong gosip, membuat self portrait, dan mulai berpikir DIY memanfaatkan barang-barang di sekitar untuk menunjang gaya hidup agar tidak selalu terkekang hasrat kebendaan.
- Pertemuan 4 (Nongkrong Gosip, Refleksi & Kompilasi Zine): Sesi nongkrong gosip, membuat self portrait akhir, refleksi diri atas proses tiga pertemuan sebelumnya, serta merangkum hasil obrolan, tulisan, dan gambar menjadi zine kompilasi.
Output Kelas:
- Zine kompilasi berisi hasil obrolan, tulisan, gambar, dan seri self portrait peserta dari kegiatan selama empat pertemuan.
- Self-branding, kepercayaan diri, serta keberanian untuk memahami, mencintai diri sendiri, dan bodo amat dengan komentar tidak jelas.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Penulisan Proposal – Farid Rakun
Penulisan proposal adalah taktik mengetuk pintu pihak lain agar tertarik bekerja bersama melalui pembedahan gagasan yang siap dikomunikasikan secara saling menguntungkan. farid rakun, anggota ruangrupa, Managing Director Jakarta Biennale, dan salah satu Direktur Artistik documenta fifteen 2022, akan membagikan pengalaman serta ragam pendekatan proposal dari proyek hibah hingga festival skala internasional. Dalam kelas ini, peserta akan diajak memetakan sasaran, meramu deck dan tulisan, serta menyiapkan siasat mewujudkan ide kreatif bersama pendukung dana, mitra kerja, dan pelaku ekosistem seni.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Perkenalan & Pengalaman Proyek): Membedah studi kasus pengalaman proyek (Jakarta Biennale, Ford Build Grant, documenta fifteen), mempelajari perbedaan pendekatannya, serta menyusun deck awal gagasan.
- Pertemuan 2 (Gagasan, Strategi & Pemetaan Sasaran): Memaparkan gagasan dan strategi realisasi, memetakan sasaran proposal, serta menerjemahkan deck menjadi draf proposal tertulis.
- Pertemuan 3 (Penulisan & Penajaman Proposal): Sesi bedah draf proposal awal peserta agar tepat guna dan sasaran, dilanjutkan dengan penyempurnaan proposal dan deck versi akhir.
- Pertemuan 4 (Presentasi Akhir & Strategi Penyasaran): Mempresentasikan proposal akhir (dalam bentuk tulisan, deck, hingga simulasi kunjungan penjualan) serta merumuskan strategi penyasaran yang tepat bagi tiap gagasan.
Output Kelas:
- Proposal utuh dalam berbagai bentuk (dokumen tertulis dan deck) beserta strategi pemasaran ide kreatif di masa depan.
- Kemampuan membedah gagasan menjadi poin komunikatif yang menawarkan skema kerja sama saling menguntungkan bagi mitra pendukung dan ekosistem kesenian.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.
Pembuatan Zine: Edible Stories – Anita Bonit
Pembuatan Zine: Edible Stories mengajak peserta mengarsipkan cerita pangan dari pengalaman sehari-hari melalui medium zine dan publikasi independen. Anita Bonit, perupa, printmaker, pendiri kolektif Grafis Huru Hara (GHH), pengelola program Gudskul, serta periset di Selarasa Jagakarsa Food Lab, aktif memproduksi art zine, artist book, dan publikasi independen sebagai ruang bercerita dan berbagi pengetahuan. Dalam kelas ini, ia akan mendampingi peserta mengolah kenangan resep keluarga, jajanan favorit, budaya makan, hingga isu pangan sekitar menjadi zine cetak fisik yang personal dan komunikatif.
Rangkaian Eksplorasi (4 Pertemuan):
- Pertemuan 1 (Cari Cerita & Penentuan Tema): Berkenalan dengan dunia zine dan publikasi independen, melihat beragam contoh karya, serta menggali cerita pangan harian untuk merumuskan tema dan outline zine.
- Pertemuan 2 (Susun Cerita & Making Dummy): Mengembangkan outline menjadi materi zine lewat tulisan, ilustrasi, foto, kolase, atau arsip, dilanjutkan dengan pembuatan dummy atau storyboard dan sesi masukan.
- Pertemuan 3 (Bikin Jadi Zine & Produksi Cetak): Mempelajari penataan layout sederhana, menyiapkan berkas siap cetak, serta mempraktikkan teknik melipat, memotong, dan menjilid untuk memproduksi zine.
- Pertemuan 4 (Show & Share & Distribusi): Menyelesaikan cetakan zine, mempresentasikan karya, mengulas strategi publikasi dan distribusi melalui zine fair, pameran, atau media sosial, diakhiri dokumentasi bersama.
Output Kelas:
- Satu zine fisik utuh bertema pangan (resep keluarga, jajanan favorit, budaya makan, atau isu pangan) yang siap dipamerkan, didistribusikan, atau dijadikan portofolio kreatif.
- Keterampilan taktis mengarsipkan cerita harian melalui penguasaan layout sederhana, teknik jilid mandiri, dan alur publikasi independen.
- Sertifikat Resmi Short Course Gudskul.