SHORT COURSE VOL.4

3 Februari– 27 Maret 2020

Setiap Senin – Jumat 19.00 – 20.30 WIB

Biaya: Rp.2.000.000,- / kelas

Short Course Gudskul adalah program kelas malam sepanjang delapan kali pertemuan yang diadakan di Gudskul: Studi Kolektif dan Ekosistem Seni Rupa Kontemporer. Berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kelas ini menawarkan berbagai subjek untuk mendalami cara membuat karya seni, dari medium foto, ilustrasi, video, seni performans, instalasi sampai seni media baru; menulis tentang seni; mengenalkan seni dan membuat cerita untuk anak; serta aspek-aspek produksi dalam musik, film dan pameran seni rupa. Setiap kelas difasilitasi oleh seniman, desainer, musisi, sutradara, dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya lebih dari sepuluh tahun. Sejak 2018, Short Course Gudskul telah berlangsung sebanyak dua volume dan diikuti oleh berbagai pekerja di ranah kreatif, mahasiswa, siswa SMA & SMK, seniman muda, musisi serta penikmat seni yang ingin mempelajari seluk beluk kesenian dan berjejaring dengan praktisi-praktisi yang ada di ekosistem Gudskul.

  • Kelas malam sebanyak delapan kali pertemuan, seminggu sekali dalam dua bulan.
  • Nongkrong Sambil Belajar dengan para pengajar yang telah pengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam skena seni nasional dan internasional.
  • Mempelajari aspek dan cara berpikir dalam seni rupa kontemporer, musik, film, sastra dan desain.
  • Di akhir short course, peserta berkesempatan menampilkan hasil belajarnya dalam bentuk pameran dan acara di Gudskul (Class Meeting).
  • Menawarkan proses “nongkrong sambil belajar” yang santai.
  • Belajar langsung dengan praktisi seni tentang subjek-subjek spesifik yang jarang ada di Jakarta dengan harga terjangkau.
  • Sebagai capacity building untuk karyawan institusi seni dan kantor-kantor ranah kreatif di Jakarta.
  • Setiap malamnya, peserta dapat berjejaring dengan praktisi seni nasional dan internasional yang ada di ekosistem Gudskul secara kasual.
  • Mendapatkan penajaman metode berkarya lewat fasilitas pengajar, seniman, penulis, musisi, kurator dan ruang-ruang yang ada di ekosistem Gudskul.
  • Sertifikat dan karya pada showcase Class Meeting bisa menambah portofolio peserta.
  • Sebagai bentuk dukungan untuk keberlangsungan Gudskul yang merupakan bagian dari ekosistem seni rupa kontemporer lokal dan global.
  • Peserta berusia 16-40 tahun.
  • Berkomitmen untuk mengikuti Short Course di Gudskul, Jagakarsa, Jakarta Selatan selama periode Februari – Maret 2020.
  • Per biaya pendaftaran, peserta dapat memilih satu subjek kelas dalam satu hari.
Memfiksikan Arsip – Berto Tukan

Memfiksikan Arsip - Berto Tukan

Kelas Memfiksikan Arsip adalah kesempatan kita untuk mencoba mengutak-atik apa yang kita sebut sebagai ‘arsip’ sebagai sumber penulisan sebuah cerita rekaan atau cerita pendek. Kelas ini mengandaikan dua hal bagi para pesertanya; pertama, kecintaan akan penciptaan karya fiksi dan, kedua, kecintaan pada sejarah. Jika Anda merasa memiliki kedua hal itu, maka kelas ini adalah tempat yang tepat untuk Anda. Bersama Berto Tukan, penulis kumpulan cerpen “Seikat Kisah Tentang yang Bohong” yang masuk daftar 5 Besar Kusala Sastra Indonesia Kategori Karya Pertama dan Kedua pada tahun 2016-2017, peserta akan diajak untuk mencari momen sejarah—baik sejarah dalam konteks narasi besar mau pun sejarah dalam konteks narasi kecil—lantas mengutak-atiknya dalam rupa karya fiksi yakni cerita pendek. Hasil akhirnya diharapkan adalah peserta berhasil membuat sebuah cerita pendek sejarah dengan alternatif cerita yang berbeda dari ‘sejarah sesungguhnya’ yang tak melupakan semangat zaman yang diceritakan.
Salinan Ardi Gunawan

Experimental Sculpture - Ardi Gunawan

Kelas ini mengenai belajar soal keterbatasan, baik itu dari segi material dan finansial dalam menciptakan karya patung yang eksperimental. Peserta mendalami bagaimana mengolah keterbatasan itu menjadi karya trimatra, lewat bereksperimen dengan material, konteks, dan waktu. Metode-metode ini nantinya bisa peserta terapkan untuk kebutuhan karya pribadi ataupun komersial. Ardi Gunawan dikenal dengan karya-karya instalasinya kerap menggunakan benda-benda yang ada di sekitar tempat itu untuk dipamerkan. Dalam pameran Manifesto #4 di Galeri Nasional Ardi Gunawan menggunakan tembok galerinya sendiri sebagai instalasi.
Salinan _OKV0760

Eksplorasi Seni Grafis - Grafis Huru Hara

Seni grafis (printmaking) bagi Grafis Huru hara tidak hanya sebatas medium untuk berkarya, namun juga sebagai sarana untuk bermain dan bereksplorasi. Dalam praktik berkaryanya, GHH selalu bereksperimen dengan medium alternatif dan mencampur adukkan bahan sehingga menghasilkan sesuatu yang di luar dugaan. Pada kelas ini, peserta tidak hanya belajar mengenai teknik seni grafis konvensional saja namun pengembangan metode alternatifnya. Para peserta akan diajarkan beberapa teknik dasar seni grafis yakni teknik sablon (screenprint) dan cetak tinggi (relief print). Selain di atas kertas, peserta juga akan diajak untuk mencetak diatas benda fungsional laini seperti kaos, tas, emblem, stiker, dll. Mengingat terbatasnya akses studio grafis yang bersifat open public di Jakarta, GHH berupaya mengajarkan teknik alternatif kepada masyarakat yang tertarik untuk mendalami seni grafis tanpa merasa terbatasi dengan infrastruktur.
Harlan

Creative Writing - Harlan Boer

Creative Writing menjadi penyelamat Harlan Boer dalam kegaptekan dan dunia matematika yang ribet. Creative Writing memungkinkan Harlan Boer bisa menulis untuk berbagai medium dan industri. Bahkan bagi dokter dan petinju sekalipun Creative Writing berguna bagi karir mereka. Tak hanya itu, Creative Writing dapat digunakan untuk membuat karya-karya yang berhubungan dengan hal-hal teknis seperti memproduksi musik dan pertunjukan. Harlan Boer sejak tahun 2000 bekerja sebagai penulis iklan radio yang berkesan ketika bisa menggerakan orang hanya dengan kata-kata dan suara. Di kelas ini Harlan Boer akan mengajak peserta berkreasi dengan teks sebagai senjata utama dalam permainan yang melibatkan kata-kata dan membuat proyek akhir tulisan.
Farah_RC_Faisal

Pengenalan Kuratorial untuk Koleksi Seni Rupa - Farah Wardani

Lewat kelas ini, Farah Wardani akan berbagi pengetahuan berdasarkan pengalamannya membangun riset kuratorial dan koleksi arsip seni rupa di Indonesia Visual Art Archive dan National Gallery Singapore. Peserta akan mengikuti simulasi membuat narasi koleksi dengan perspektif kuratorial dalam pengembangan koleksi karya bersejarah, serta pengantar mengenai database koleksi dan riset arsip. Dengan ini, peserta bisa mendapatkan wawasan dan masukan bila nanti bekerja di museum pubik dan privat, tentang pengkoleksian, konservasi dan arsip.

Formulir Pendaftaran

*Masukkan kode khusus jika ada
Rp 0.00
Tuliskan pesan anda jika ada*

* Kelas berlangsung serempak, anda hanya dapat memilih 1 kelas setiap harinya